.

Buka PWN Palembang, Menag : Pramuka Jadi Rumah Bersama

PALEMBANG – Perkemahan Wirakarya Nasional ke XV di kampus UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (11/11/2021).

Menurut Menag, Perhelatan Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN PTK) diharapkan mampu menjadi jembatan transformasi karakter bangsa, transformasi teknologi digital dan transformasi intelektual.

“Ditengah perubahan kelembagaan STAIN menjadi IAIN dan IAIN menjadi UIN, kegiatan ini diharapkan mampu dijadikan jembatan transformasi karakter bangsa, transformasi teknologi digital dan transformasi intelektual,” ujarnya.

Menag juga menyebutkan, PWN PTK ini menjadi tolok ukur sejauhmana PTK berhasil melakukan Revitalisasi Geraka Pramuka, di tengah masyarakat yang berubah.

Munculnya generasi millenial, kelompok menengah dan urban, harus dipahami sebagai peluang sekaligus tantangan bagi perguruan tinggi.

Sambung Menag, Wujud lain dari revitalisasi Gerakan Pramuka adalah melakukan transformasi agar kepramukaan di kalangan perguruan tinggi tidak ketinggalan zaman.

Pramuka harus menjadi “rumah bersama” bagi sekumpulan generasi muda yang ingin berkembang, berkarya dan menempa diri.

“Rancang bangun kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab kebutuhan generasi millennial yang akrab dengan teknologi digital,”pungkasnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pendidikan Islam-Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, pada tahun ini PWN PTK diikuti oleh 1.146 peserta dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dari seluruh Indonesia.

Pada acara ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menjadi pusat acara, sedangkan pembukaannya dilakukan di Jakabaring Sport Center (JSC), Kota Palembang.

“Penyelenggaraan PWN PTK 2021 ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat yang sudah dipersiapkan matang. Perangkat pemantaunya adalah aplikasi yang dapat diunduh dari Google Play dan diinstal di telepon selular masing-masing peserta,” ungkapnya.

Aplikasi ini dapat memantau pergerakan peserta dan menjadi wahana monitoring serta pelaporan kesehatan peserta di area perkemahan.

Kamp perkemahan bisa terdeteksi daya tampungnya, sehingga kala melebihi jumlah dari ketentuan seseorang tidak diperkenankan masuk.

Tes antigen, PCR serta prokes yang lainnya juga wajib dijalankan ke seluruh peserta pendamping.

Disisi lain, Rektor IAIN Kerinci Dr Asa’ari mengatakan, pihaknya berterimakasih atas sambutan panitia, yakni UIN Raden Fattah. “Harapannya event nasional seperti ini bisa membangun karakter generasi muda bangsa kedepannya,” ungkapnya.

Untuk mahasiswa IAIN Kerinci, ia berpesan agar mengikuti dengan seksama.

“Kita mengirimkan kontingen, ada delapan mahasiswa dan dua pendamping, saya harap mereka dapat mengikuti dengan baik event ini, dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi diri,” jelasnya.

Wakil Rektor III IAIN Kerinci Dr Halik Khusairi yang juga hadir dalam kegiatan mengaku senang dengan acara ini.

“Alhamdulillah acara sukses, mudah mudahan lancar sampai akhir acara, kita berterimakasih atas sambutan tuan rumah,” terangnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *